Menurutpakar tafsir Quraish Shihab, banyak definisi tentang manusia. Ada beberapa hal yang hendaknya bisa disepakati bersama dalam konteks memahami siapa kita dan siapa manusia. Pertama, manusia adalah makhluk sosial. Dimana manusia masih membutuhkan orang lain. Kedua, kita insan. Kata ini memiliki tiga makna. Diambil dari kata nisi, lupa. Namunmasih terjadi pertikaian di antara waris mengenai hutang yang ditinggalkan si mati. Bagaimana penyelesaian dan siapa yang bertanggungjawab melangsaikannya. Menurut perkongsian Ahmad Mustapha yang disiar kembali Afyan Mat Rawi di laman Facebook miliknya, hutang si mati tidak wajib dibayar waris andai si mati tiada harta peninggalan kepada Darisinilah diriwayatkan sebuah atsar dari Yahya Bin Muadz, من عرف ربه عرف نفسه. "Barangsiapa yang dia kenal Allah, barangsiapa yang dia kenal dirinya dia kenal Allah subhanahu wata'ala, Tuhannya." Tidak benar itu datang dari Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam, tidak ada hadits yang bersanad bersambung dari Rasulullah Tapisunyi dalam hati siapa yang tahu ? Aku juga punya perasaan sama seperti manusia yang lain . Ada ketikanya gembira , ketawa , sedih dan juga saat aku menangis . Tapi sudah sifat semulajadiku lebih suka memendam . Biarku menangis bersama hujan yang lalu membasahi bumi agar kelak tiada siapa yang tahu luka dihati . Siapamelakukan solat fardhu baginya ganjaran seperti melakukan 70 shalat fardu di bulan lain. Siapa memperbanyak shalawat kepadaku di bulan ini, Allah akan memberatkan timbangannya pada hari ketika timbangan meringan. Siapa di bulan ini membaca satu ayat Al-Quran, ganjarannya sama seperti mengkhatam Al-Quran pada bulan-bulan yang lain. Wahai SiapaTahu Rahasia Hati February 10, 2014 Bentukmu indah. Semua mengetahui keberadaanmu. Tapi siapa yang sangka dengan isimu. Kau bisa menyimpan semua hal tanpa diketahui orang lain. Siapa yang sangka isi hatimu. Kau bisa menutupi apa yang sesungguhnya ada didalam mu Terkadang dirimulah yang mengendalikan anak manusia. Siapa tahu Maknaini mengacu pada arti dari ayat sebelumnya yaitu: "Dan rahasiakanlah (berbisik-bisik) perkataanmu atau terang-terangan, sesungguhnya Dia Maha Mengetahui segala isi hati. (QS: Al-Mulk: 13). Jadi ayat ke-14 ini adalah untuk menegaskan arti pada ayat 13 bahwa Allah mengetahui segala isi hati Manusia. Pada ayat ke-14 ini terdapat dua sifat Allahtahu apa yang ada dalam hati Saturday, 27 July 2013. Aku Tahu Siapa Diriku GQzoOV. Jika hati mudah diterka, tak akan ada kalimat tanya yang menyeruak. Kalimat yang jika hilang satu kata tidak ada masalah padanya, masih banyak kata pengganti yang bisa dipasangkan mesti makna tak lagi sama. Lain hal jika hati yang kehilangan jati dirinya, entah apa yang hilang, bisa berupa kelembutan, kepekaan atau masih banyak hal lain lagi. Hati yang mulai tak merasakan nikmat iman saat kalamullah terdengar, akankah bergetar atau hati yang tetap acuh dan melenggang santai? ataukah hati yang sulit peka terhadap hikmah yang ditampakan pada sisi kehidupannya akankah tetap sama masih melenggang dengan santai? Hati ibarat sebuah cermin jika tidak kita bersihkan semakin tertuplah hati oleh debu-debu kotor yang melekat pada permukaanya, tiadalah sinar terpantul atau masuk kedalamnya jika debu tak segera disingkirkan, tertutuplah segala nikmat ilmu, iman dan hidayah yang akan masuk padanya. Hati yang semakin hari semakin tebal oleh debu-debu kemaksiatan, maka tanya pada hati jika telah seperti itu siapa yang tahu sampai mana hati akan kembali bersih dan merasakan cahayaNya. Tidak ada yang tahu apa yang terjadi pada hati manusia, tidak terjamah dan tak terlihat, hanya diri dan Allah yang tahu sampai dimana hati ini berkerja, tidak bisa bersandiwara dan memalingkan atas segala apa yang terjadi, apakah hati tetap sibuk bermaksiat atau telah rehat akan segala bentuk kedzaliman diri. “Allah telah mengunci mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat” QS. Al-Baqarah 7 Sampai dimana hati akan terus mengembara dalam jurang kemaksiatan, jika hati mengabaikan sebuah kemaksiatan kecil yang terus berulang ulang akankah hati menjadi keras ? seolah olah tak berdosa, merasa diri masih layak untuk disebut hamba, akankah sombong wahai hati yang banyak sudut kelemahannya. Carilah dan ambil kembali jati diri hati yang menghilang, dan biarkan ia terpupuk menjadi sebuah lentera yang jika diberi cahaya maka akan menyinari setiap sudut gelap dalam dirinya, menjadi sebuah cermin yang jika diberika sinar maka akan memantulkan kembali sinar itu kepada sekitar. “Allah Pemberi cahaya kepada langit dan bumi. Perumpamaan cahaya Allah, adalah seperti sebuah lubang yang tak tembus yang di dalamnya ada pelita besar. Pelita itu di dalam kaca dan kaca itu seakan-akan bintang yang bercahaya seperti mutiara, yang dinyalakan dengan minyak dari pohon yang berkahnya, yaitu pohon zaitun yang tumbuh tidak di sebelah timur sesuatu dan tidak pula di sebelah baratnya, yang minyaknya saja hampir-hampir menerangi, walaupun tidak disentuh api. Cahaya di atas cahaya berlapis-lapis, Allah membimbing kepada cahaya-Nya siapa yang dia kehendaki, dan Allah memperbuat perumpamaan-perumpamaan bagi manusia, dan Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” QS. An-Nur 35 Sebelum terlambat wahai hati mohon ampun dengan segala pengharapan dan rasa takut kepada Allah, karena Allah lah yang dapat membolak balikan hati manusia. Wallahu a’lam bissawab. Pertanyaan Kadangkala seseorang membaca doa dalam hati ketika masuk kamar mandi atau membaca basmalah dalam dirinya, Apakah bisikan dalam hati diketahui oleh malaikat penjaga kita ? Dan akan ditulis dan dihisap kapada kita ? Teks Jawaban Alhamdulillah. Diriwayatkan oleh Imam Bukhori no 6491 dan Muslim no 131 dari Abbas radhiallahu’anhuma dari Nabi sallallahu’alahi wasallam yang diriwayatkan dari Tuhan-Nya berfirman ; “ Sesungguhnya Allah telah menulis kebaikan dan kejelekan, kemudian menjelaskannya. Barangsiapa yang berkeinginan kuat untuk melakukan kebaikan kemudian tidak bisa melakukannya, maka Allah mencatat disisi-Nya satu kebaikan sempurna. Kalau dia berkeinginan untuk melakukan kebaikan kemudian dia melakukannya, maka disisi-Nya sepuluh kebaikan sampai tujuh ratus kebaikan sampai kebaikan yang banyak sekali. Dan barangsiapa yang berkeinginan kuat untuk melakukan kejelekan, kemudian dia tidak jadi melakukan. Maka Allah mencatat di sisi-Nya satu kebaikan yang sempurna. Jikalau berkeinginan melakukan kejelekan dan melakukannya. Allah mencatatnya dengan satu kejelekan saja. Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata di buku Fathul Bari 11 / 325 “ Hadits ini merupakan dalil bahwa Malaikat itu mengetahui apa yang ada dalam hati manusia. Bisa jadi kerena Allah memberitahukan kepadanya atau Allah menciptakan ilmu yang bisa mengetahui hal tersebut. Yang menguatkan pertama adalah apa yang dikeluarkan Ibnu Abu Dunya dari Abu Imron Al-Juni berkata " Malaikat dipanggil dan diperintahkan " Tulislah untuk si fulan ini dan itu, dia berkata Wahai Tuhanku. Dia belum beramal. Kemudian Allah Berkata " Dia telah meniatkannya ". dikatakan juga ada malaikat untuk orang yang berkeinginan jelek ada bau busuk dan dengan keinginan baik ada bau wangi. Hal ini seperti yang dikeluarkan oleh Thobari dari Abu Ma'syar Al-Madani dan riwayat seperti ini juga dari Sofyan bin Uyainah. Syekhul Islam Ibnu Taimaiyah pernah ditanya tentang hadits Rasulullah sallallahu'alaihi wasallam " Jikalau seorang hamba berkeinginan melakukan kebaikan kemudian dia tidak melakukannya, maka dia dicatat baginya satu kebaikan penuh… " Keinginan adalah hal yang tersembunyi antara seorang hamba dengan Tuhan-Nya. Bagaimana Malaikat bisa mengetahuinya ?? Beliau menjawab " Segala puji hanya milik Allah semata, masalah ini telah dijawab oleh Sofyan bin Uyainah beliau berkata " Bahwasanya ketika seseorang berkeinginan melakukan kebaikan, Malaikat mencium bau harum dan ketika berkeinginan melakukan kejelekan dia akan mencium bau busuk ". Yang benar bahwa Allah mampu memberitahukan kepada Malaikat apa-apa yang ada dalam diri seorang hamba bagaimanapun juga caranya " selesai Majmu' Fatawa 4 / 252 Beliau juga menambahkan " Mereka para Malaikat meskipun bisa mencium bau wangi dan bau busuk, mereka juga mempunyai ilmu, mengetahui apa yang ada dalam hati Bani Adam, melihatnya, mendengarkan was-was dalam dirinya. Bahkan syetan juga mengganggu dalam hatinya Bani Adam . Kalau dia mengingat Allah, maka Syetan akan lari. Kalau hatinya lengah dari mengingat Allah akan ada was-was. Dia juga mengetahui apakah dia mengingat Allah atau lalai, mengetahui apakah jiwanya condong kepada syahwat sehingga dia akan menghiasinya. Telah ada hadits shoheh dari Nabi sallallahu'alaihi wasallam berkaitan dengan Sofiyyah rodhiallahu'anha " Sesungguhnya syetan itu masuk ke dalam tubuh Bani Adam lewat pembulu darah " Kedekatan Malaikat dan syetan dalam hati Bani Adam merupakan khabar yang mutawatir. Baik hamba tersebut beriman maupun kafir. Selesai dari Majmu' Fatawa 5 / 508 Sementara dzikir dalam hati tanpa gerakan lisan, maka dia akan mendapatkan pahala. Akan tetapi pahalanya berbeda dalam pandangan agama dengan orang yang melafadzkan dengan lisannya. Karena pahala berkaitan dengan perkataan yang diucapkannya. Sementara ucapan tidak akan bisa tanpa melafadkan dengan lisan. Akan tetapi sebagian ahli ilmu berpendapat bahwa gerakan lisan saja cukup meskipun tidak keluar suara yang bisa didengar orang yang mengucapkannya. Pendapat ini adalah dari Malikiyah dan dikuatkan oleh Syekh Islam Ibnu Taimiyah. Ibnu Muflih rahimahullah berkata di kitab Furu' " 1 / 410 Syekh kami – yakni Ibnu Taimiyah _ cukup dengan huruf meskipun tidak terdengar suaranya ". selesai Akan tetapi Jumhur ulama kebanyakan ulama' berpendapat harus melafadkan sampai terdengat pada dirinya. Imam Nawawi berkata dalam Syark Muhadzab 3 / 120 " Kalau sekiranya tidak terdengar maka itu bukan adzan juga buka ucapan " selesai Beliau juga berkata lagi “ Ketahuilah bahwa dzikir-dzikir yang dianjurkan oleh agama baik dalam shalat ataupun yang lainnya, baik yang wajib maupun sunnah. Ia tidak dihitung dan tidak dianggap sampai diucapkan dan didengarkan dirinya dalam kondisi pendengarannya baik tidak cacat “ Al-Adzkar 42. sementara perhitungan manusia terhadap masalah bisikan dalam dirinya, sudah ada jawabannya soal / fatwa no 99324 wallahu’alam. Terdapat jenis-jenis kondisi hati dalam diri manusia. Zikir ilustrasi JAKARTA – Hati itu ibarat raja yang mengatur semua prajurit yang melakukan sesuatu atas perintahnya dan memiliki kendali atas prajurit tersebut. Semuanya takluk dan mengabdi pada raja, yang dalam hal ini adalah hati. Dari hati itulah diperoleh kebenaran maupun penyimpangan. Setan pun mengetahui bahwa hati adalah faktor utama seorang hamba dalam melakukan sesuatu. Setan menyampaikan bisikan ke dalam hatinya sehingga keluar dari jalan yang benar. Maka, hati terbagi menjadi tiga jenis. Berikut ini ulasan mengenai tiga jenis hati sebagaimana dilansir di Islamweb 1. Hati yang sehat Hati yang sehat adalah hati yang tidak dapat bertahan di Hari Kebangkitan kelak, kecuali membawa Allah SWT ke dalamnya. Allah SWT berfirman يَوْمَ لَا يَنْفَعُ مَالٌ وَلَا بَنُونَ إِلَّا مَنْ أَتَى اللَّهَ بِقَلْبٍ سَلِيمٍ "Yaitu di hari di mana harta dan anak-anak laki-laki tidak berguna, kecuali orang-orang yang menghadap Allah dengan hati yang bersih." QS Asy-Syu'ara 88-89 Orang yang selamat adalah orang yang membawa kedamaian sehingga dia diberikan keselamatan dari setiap keinginan yang bertentangan dengan perintah Allah SWT, dan dari larangan-Nya. Orang dengan hati bersih akan selamat dari rasa ketakutan, frustasi dan perasaan-perasaan buruk lainnya. 2. Hati yang mati Ini adalah hati yang tidak memiliki kehidupan dan tidak mengenal Tuhannya. Orang dengan hati ini maka akan memuaskan apa yang disukainya. Bila perbuatan tersebut bisa menimbulkan murka Allah SWT, dia tidak peduli karena hanya peduli pada kepuasan nafsunya. Orang dengan hati yang mati, akan menyembah siapapun selain Allah SWT. Yang disembahnya adalah kepuasan, ketakutan, keputusasaan, dan kehormatan. Orang seperti ini mengedepankan kesenangan pribadinya dibandingkan apa yang disenangi Allah SWT. Hawa nafsu adalah pengendali dirinya dan penggeraknya. Sedangkan kelalaian adalah perahunya. Dalam pikirannya hanya tertuju pada hal yang duniawi. 3. Hati yang sakit Hati jenis ini memang memiliki kehidupan tetapi punya masalah di dalamnya. Orang dengan hati ini memiliki kecintaan terhadap hawa nafsunya. Akibatnya, ada usaha dari dirinya untuk memuaskan hawa nafsunya. Orang dengan hati yang sakit memiliki perasaan iri hati, arogan, sombong, gila hormat, korup, dan hal-hal yang merusak lainnya. Sumber islamweb BACA JUGA Update Berita-Berita Politik Perspektif Klik di Sini